Explore Zona Dewasa

Cerita Sex Tante Yanti Payudara Montok 1

 Tradingan.com - Persahabatanku dengan Feris begitu dekatnya dan secara kebetulan kami juga punya pengalaman pernah berhubungan intim dengan Tante Yanti, Bibi Feris sendiri. Disini kubuka ceritaku dengan pengalaman Feris terlebih dulu.

Sewaktu keluarga Tante Yanti pindah dari Yogya ke Jakarta, Feris keponakannya ikut dibawa untuk bersekolah di Jakarta dan di situlah aku mulanya bergaul akrab dengan Feris. Hubungan intim antara Feris dengan tantenya, berawal sejak mereka masih sama-sama di Yogya. Dari situ berlanjut secara rahasia sampai kemudian dengan alasan ingin bersekolah di Jakarta, Feris kemudian ikut dengan keluarga Tante Yanti. Dan cerita bagaimana hubungan itu terjadi yaitu ketika Feris yang meningkat remaja selalu datang ke rumah tantenya karena sekolahnya kebetulan jaraknya dekat dengan rumah tantenya itu. 


Dia masih tinggal bersama orang tuanya tapi lama-lama mulai sering menginap di rumah Tante Yanti di mana dia juga diberi kamar tersendiri oleh tantenya itu. Feris senang di situ karena selain tantenya, Paman Budi suami Yanti juga menyayanginya sebagai anaknya sendiri.

Suatu kali suami Yanti mendapat tugas belajar selama dua bulan oleh perusahaannya di kota lain dan hari itu sudah genap sebulan Tante Yanti ditinggal oleh suaminya dengan ditemani Feris yang kalau malam akan datang menginap di rumahnya. Entah kebetulan atau apa namanya, malam itu Tante Yanti ke luar kamarnya untuk pergi kencing, dia masuk kamar mandi menabrak Feris yang baru akan ke luar dari situ. Dia rupanya juga baru habis kencing tapi tidak menyalakan lampu dan sedang akan menutup celananya ketika itu. Tante Yanti kaget tapi segera mengenali Feris.

“Astaga, Tante kira siapa.. kok nggak nyalain lampu sih?” tegur Tante Yanti sambil langsung menghidupkan lampu kamar mandi.
Begitu susana jadi terang langsung terlihat Feris tersipu-sipu malu sedang kerepotan buru-buru akan menutup celananya. Tante Yanti jadi geli dan terbit isengnya ingin menggoda Feris.
“Lho apa tuh, kok buru-buru mau disembunyiin.” katanya sambil menggoda malah melorotkan celana Feris.
Tentu saja Feris tambah merah mukanya tapi Tante Yanti juga tambah senang mencandainya. Tidak tanggung-tanggung malah dijulurkan tangannya ke penis Feris.
“Ayo kok malu-malu banget sama Tante, coba sini Tante pegang biar sekalian ilang malunya,” langsung disambar batang itu membuat Feris tidak bisa mengelak lagi.
“Sekarang Tante mau tanya, memangnya inimu udah bisa kenceng sih? Kalo udah bisa kenceng baru boleh malu sama Tante,” lanjutnya tapi genggaman tangannya dimainkan penis itu.

Feris yang baru berusia 15 tahun ketika itu hanya mengangguk dengan wajah masih merah malu, dia terpaksa diam saja dipermainkan oleh tantenya. Dijawab begini Tante Yanti jadi pasang muka heran tidak percaya. “Ah masak sih.. Tapi kamu tungguin Tante kencing sebentar, jangan kemana-mana ya?” kata Tante Yanti melepas tangannya dan dia pun kencing sementara ditunggui Feris yang patuh tidak beranjak dari situ.

Keluar dari kamar mandi dengan menarik lengan Feris, Tante Yanti mengajak ke kamar tidur Feris sendiri karena penasaran ingin membuktikan jawaban Feris tadi. Begitu masuk dan mengunci pintu dia langsung berbalik untuk membawa anak muda itu berdiri di hadapannya sementara Tante Yanti sendiri duduk di tepi tempat tidur.

“Coba buka dulu celananya, Tante pengen buktiin sendiri.” Feris menurut saja dan sebentar kemudian penisnya sudah dimainkan tantenya, dilocok-locok untuk membuat jadi menegang. Dan ternyata seperti yang tadi dijawab Feris, penis anak muda ini rupanya bisa menegang bahkan bangun dengan cepat sekali di dalam genggaman tangan Tante Yanti. Begitu terpandang penis tegang dengan ukurannya yang lumayan besar ini, mata Tante Yanti langsung bersinar kagum tapi seiring dengan itu mendadak timbul hasrat berahinya membayangkan asyiknya jika bisa dipuasi batang muda ini. Maklum, karena bersamaan saat itu suaminya sudah cukup lama pergi sehingga Tante Yanti yang sedang kesepian dan dalam iseng-iseng seperti ini cepat sekali naik rasa kepinginnya. Apalagi penis muda ini sudah langsung menampilkan bentuk keras kakunya berbeda sekali dengan milik suaminya yang sudah mulai ogah-ogahan untuk dibuat kencang.

“Wihh Ferr.. punyamu rupanya betul-betul bisa bangun.. Tante kagum deh, abisnya hebat sih.”
“Hebat kenapa Tante?” tanya Feris yang masih polos, sudah mulai keluar suaranya.
“Iya, punyamu mantep gedenya mau ngalah-ngalahin Paman punya.” jawab Tante Yanti membesarkan hati Feris meskipun sebenarnya hampir seukuran milik suaminya.
“Emang kenapa kalo gitu?” tanya lagi Feris masih tetap belum mengerti.
“Yang gini malah enak kalo dipake ke orang perempuan. Tapi, ayo tidur aja sambil Tante temenin sebentar, soalnya masih kepengen pegang-pegangin punyamu.” Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Sex Tante Yanti Payudara Montok 1"

Posting Komentar